Sabtu, 31 Oktober 2009

Pemasaran Tembakau

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Begitu banyak perusahaan rokok di Indonesia. Perusahaan tersebut sangat berperan dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Perusahaan rokok dapat maju dan berkembang dengan pesat sehingga dapat meningkatkan tingkat kegiatan perindustrian diIndonesia. Jika kita mengamati salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia Gudang Garam, misalnya, kita dapat melihat betapa besarnya nilai rupiah yang berputar di sana dan perusahaan tersebut benar-benar perusahaan yang proses produksinya adalah untuk meningkatkan nilai tambah (added value) suatu barang yaitu mengolah tembakau, cengkeh, saus dan lain-lainnya menjadi barang yang lebih bernilai yaitu rokok. Jika kita dapat ikut andil dan mencari peluang-peluang usaha yang bisa untuk dimanfaatkan serta berperan dalam perusahaan tersebut kita akan mendapatkan nilai tambah pendapatan/penghasilan.
11. Ruang lingkup
Dalam usulan proposal ini diberisikan beberapa aspek penting, yaitu:
1. Aspek Pemasaran, yang berkaitan dengan perkembangan pasar
saat ini, prospek pasar dan pemasaran, sasaran pemasaran, rencana penjualan per tahun dari produk yang akan dipasarkan.
2. Aspek Operasi, berkaitan dengan rencana operasi.
3. Aspek Keuangan, berkaitan dengan masalah kebutuhan dana untuk modal kerja, penggunaan dana, kalkulasi biaya,dan proyeksi pendapatan.

1. Aspek Pemasaran
Gambaran Umum
Tulungagung adalah salah satu daerah penghasil tanaman tembakau. Dan kebetulan paman saya adalah orang yang sudah berpengalaman di bidang tersebut, lebih dari Sepuluh tahun, dan ia sudah mengerti seluk-beluk pertembakauan. Untuk meningkatkan usahanya, modal adalah hal terpenting yang sangat diperlukan. Oleh karena itu saya bisa minta bimbingan, bantuan dan bekerja sama dengannya. Saya memilih usaha untuk “menimbun” tembakau karena resiko yang ditanggung penimbun lebih kecil daripada resiko yang ditanggung oleh perajang karena seorang perajang mempunyai resiko tembakaunya rusak jika pada proses pengeringan tidak mendapatkan panas matahari, tapi seorang penimbun tidak mempunyai resiko tersebut. Selain itu juga karena adanya peluang-peluangdan situasi yang bisa saya manfaatkan. Peluang-peluang tersebut antara lain:

1. Adanya peluang penjualan yang tidak kenal waktu. Kami bisa menjual tembakau tidak hanya pada musim panen, tetapi ketika tidak musim panen kami juga bisa menjual. Penjualan ini kami lakukan ke pasar daerah lain, Purwokerto, Jawa Tengah misalnya. Hal tersebut adalah peluang yang bisa kita manfaatkan, karena adanya selisih harga yang tinggi antara musim panen tembakau dan tidak musim panen. Ketika musim panen harga menjadi turun karena melimpah nya jumlah tembakau, tapi ketika tidak musim panen harga menjadi tinggi karena jumlah barangyang sedikit, dalam satu tahun musim panen hanya terjadi satu kali.

2. Adanya selisih harga yang tinggi antara musim panen dan tidak musim panen inilah yang akan kita manfaatkan untuk suatu usaha, yaitu usaha menimbun tembakau. Kita membeli tembakau pada musim panen tembakau sebanyak-banyaknya lalu setengah tahun kemudian kita menjual ketika harga melambung tinggi. Ketika kita menyimpan tembakau diperlukan tempat yang cocok, antara lain ukuran tempat yang memadai, tempat yang kering, bebas air, dan tidak lembab. Untuk mengatasi masalah tersebut kami sudah mempunyai tempat yang cocok di Tulungagung. Permasalahan mengenai tata cara penyimpanan tembakau kami sudah berpengalaman untuk mengatasinya, seperti untuk mengatasi jamur, mengatasi hama nonordan lain sebagainya.(tercantum pada rencana kerja).

3. Tembakau jika disimpan lebih lama harganya tidak turun, tetapi malah naik, hal tersebut dikarenakan jika disimpan lebih lama rasa dari tembakau menjadi konstan tidak berubah-ubah, tetapi tembakau baru rasanya relatif berubah-ubah. Para pedagang tembakau lebih menyukai tembakau lama dari pada tembakau baru. Jadi tidak menjadi kendala jika tiba-tiba harga tembakau turun drastis ketika waktu rencana penjualan sudah tiba. Dengan keadaan tersebut tidak ada resiko rugiyang kita tanggung karena permasalahan turunnya harga, dan jika hal tersebut terjadi kita bisa menjual tembakau kita lain kali atau musim mendatang.

4. Tempat tinggal kami adalah daerah yang orang-orangnya banyak bergerak di bidang tembakau, dan boleh dibilang daerah kami adalah daerah pasar tembakau. Jadi kita bisa mengetahui harga pasaran setiap waktu. Apakah keadaan di pasar ramai atau sepi. Jika keadaan pasar ramai harga jadi murah, karena banyaknya barang sedang permintaanyang sedikit. Tetapi jika keadaan pasar sepi, artinya tembakau yang ada sedikit dan permintaan tetap tinggi harga tembakau jadi naik. Kita juga bisa memilih waktu penjualan sesuai dengan keingingan kita atau ketika harga di pasaran naik. Sering terjadi situasi dimana sebelum habis musim panen harga di pasaran melambung tinggi. Hal ini dapat terjadi karena banyaknya petaniyang gagal panen yang disebabkan oleh sudah turunnya hujan sebelum petani panen, dan telah kita ketahui bahwa hujan adalah musuh tembakau, dan pada proses pengeringannya tidak boleh terkena hujan sama sekali dan tanaman tembakau akan mati jika terlalu banyak mendapatkan hujan, dan walaupun dapat bertahan hidup dan dapat dipanen kwalitasnya jelek sehingga untuk petani yang masa tanamnya lebih lambat dari petani lainnya. Dari situasi tersebut kita harus pandai-pandai memanfaatkan situasi, yaitu kita membeli tembakau dari petani yang panennya paling awal, sehingga kita mampunyai kesempatan bermain pasar yang lebih besar.

5. Begitu banyak orang yang bergerak di bidang tembakau. Kalau ada peluang untuk memasok (menjual) tembakau ke salah satu pabrik rokok (Gudang Garam misalnya) itu adalah peluang emas yang bisa dimanfaatkan. Dan harga jual di pabrik sangat tinggi jika dibandingkan dengan harga yang ada di pasaran. Dengan selisih harga yang tinggi tersebut kita bisa membanting harga ketika membeli dari petani, karena pemintaan pabrik tidaklah sedikit jumlahnya dengan jumlah permintaan yang tinggi dan selisih harga yang tinggi tentu saja akan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit. Hal itu adalah peluang pabrik yang perlu kita perjuangkan untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu di Tulung Agung sendiri banyak Industri rokok yang belum terdafar di departemen perdagangan sehingga itu juga dijadikan ladang pasar yang sangat menguntungkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar